Berita Populer

Pertemuan KKRI dengan Penggiat Anti Korupsi di Jogjakarta
Posted By Admin | 2015-09-02 21:52:00

Dalam rangka mengefektifkan kerja-kerja pengawasan yang dilakukan oleh Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI), pada tanggal 25 Agustus 2015 bertempat di ruang rapat Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gajah Mada digelar pertemuan konsolidasi masyarakat sipil yang konsen dalam isu pemberantasan korupsi dengan KKRI.

Kegiatan

Sosialisasi KKRI di Kejati Jogjakarta
Posted By Admin | 2015-09-02 20:11:06

Informasi

Presiden RI. Ir. H. Joko Widodo, Kamis, tanggal 6 Agustus 2015, melantik anggota Komisioner Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Periode Ke tiga, di Istana Negara. Ketua : Sumarno, SH. MH. Wakil Ketua : Erna Ratnaningsih, SH. LL.M. Dr. Barita LH. Simanjuntak, SH. MH. Tudjo Pramono, SH. MH. Ferdinand T. Andi Lolo, SH. LL.M. Ph.D Yuswa Kusuma AB, SH. MM. MH. Indro Sugianto, SH. MH. Yuni Artha Manalu, SH. MH. Pultoni, SH. MH.

Kejati Temukan Korupsi Bank Jateng

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menemukan bukti terjadinya tindak pidana korupsi pada kasus kredit bermasalah di Bank Jateng yang diduga merugikan keuangan negara.

"Terkait dengan hal tersebut, penanganan kasus kredit bermasalah Bank Jateng ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tenga, Widyopramono, di Semarang, Kamis (18/8).

Peningkatan status penanganan kasus Bank Jateng tersebut setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tujuh direktur perusahaan.

"Pemeriksaan tujuh direktur perusahaan swasta tersebut dilakukan oleh tim jaksa dari satuan tipikor yang diketuai Gatot Guno Sembodo," ujarnya didampingi Asisten Pidana Khusus, Setia Untung Arimuladi.

Tujuh dari sepuluh direktur perusahaan yang menjalani pemeriksaan tersebut digunakan oleh pihak yang terlibat untuk membobol Bank Jateng hingga puluhan miliar rupiah.

 Direktur Utama Bank Jateng, Haryono mengungkapkan, kerugian bank tersebut akibat sejumlah kredit bermasalah untuk membiayai sejumlah proyek satuan kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hanya mencapai sekitar Rp 24 miliar dan tidak mengganggu kinerja bank. (sm)

(Sumber : Tim Redaksi Website Kejaksaan RI/Kejati Jateng)