Bahan Sosialisasi

dsc_0267Bahan Sosialisasi peningkatan  Kualitas Penyusunan LK hari Rabu tgl 9 Oktober 2013

 

 

Capaian laporan keuangan Kejaksaan RI Tahun 2012 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan (WTP-DPP) tidak terlepas dari partisipasi dan tanggung jawab para Satuan Kerja dalam penyusunan laporan keuangan, untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas peran aktif dan kerja sama semua Satker di Kejaksaan RI

Perlu kami sampaikan, dari hasil laporan BPK-RI , terdapat rekomendasi yang harus dipedomani dan dilaksanakan oleh Satuan Kerja sebagai berikut:

  1. Sistem Pencatatan & Pelaporan Persediaan kurang tertib antara lain:

 

  1. Satker tidak mengadministrasikan persediaan
  2. Persediaan yang dilaporkan bukan merupakan saldo hasil pemeriksaan fisik dan tidak menggambarkan seluruh unit yang ada di lingkungan satker
  3. Perbedaan saldo persediaan dalam Neraca, dibandingkan dengan dokumen pendukungnya (amar putusan, dokumen harga taksiran, buku register barang bukti (RB-2), berita acara serah terima barang rampasan dan hasil stock opname

 

 

  1. Sistem Pengendalian Intern atas penatausahaan Aset Tetap belum memadai, antara lain :

 

  1. Terdapat selisih luas tanah dalam Laporan Barang Milik Negara dengan bukti kepemilikan tanah
  2. Aset tetap tidak dilengkapi bukti kepemilikan yang sah
  3. Aset tetap dalam kondisi rusak berat belum direklasifikasi sebagai aset lain-lain dan belum diusulkan penghapusan
  4. Rekonsiliasi data laporan BMN antara bagian barang dan keuangan belum optimal, hal ini ditunjukkan dengan masih terjadinya perbedaan nilai BMN di neraca, serta  terdapat  Kejaksaan Tinggi selaku penanggungjawab wilayah yang masih terlambat melakukan rekonsiliasi dengan Kanwil DJKN.

 

  1. Berdasarkan Laporan Hasil pemeriksaan BPK atas LKPP tahun 2012, terdapat beberapa temuan yang terkait BMN pada Kejaksaan RI Yaitu :
    1. terdapat aset tetap yang belum didukung bukti kepemilikan yang sah

( kendaraan bermotor & tanah)

  1. terdapat aset tetap yang tidak diketahui keberadaannya.

 

Upaya yang harus dilakukan :

  1. Agar satker menerapkan Sistem Pengendalian Intern (SPI) di lingkungan masing-masing;
  2. Agar satker menginventarisasi dan memetakan seluruh Aset Tetap yang belum dilengkapi dengan bukti kepemilikan sebagai upaya pengamanan asset;
  3. Agar Kasatker melakukan penelusuran dan membentuk Tim terhadap asset yang tidak diketahui keberadaannya;

 

Serta masih terdapat kendala yang dihadapi dalam penyusunan LK antara lain :

  1. Kurangnya komitmen dan dukungan pimpinan terhadap pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SAK & SiMaK-BMN);
  2. Belum meratanya kualitas dan kemampuan SDM dalam penyusunan laporan keuangan Sistem Akuntansi Instansi;
  3. Belum optimalnya konsolidasi laporan keuangan (SAK) dengan laporan BMN (SiMak-BMN) pada beberapa Satuan Kerja;
  4. Pelaporan masih berorientasi pada aspek ketepatan waktu, namun belum pada aspek kualitas dan akuntabilitas;
  5. Untuk selanjutnya para Kasatker agar meningkatkan kualitas laporan keuangan dari WTP-DPP menuju WTP dengan memberikan pembinaan dan perhatian kepada para petugas SAI (SAK dan SiMAK-BMN);

 

PERMASALAHAN DALAM PENGHAPUSAN

 

 

  1. Masih banyak usul permohonan penghapusan dari Satuan Kerja di daerah yang belum lengkap melampirkan berkas-berkas yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam menerbitkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI.
  2. Masih banyak usul penghapusan dari Satuan Kerja di daerah yang terlambat mengirimkan berkas tersebut mengingat batas waktu Surat Rekomendasi Penghapusan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang setempat hanya berlaku 1 bulan dari tanggal diterbitkannya.
  3. Berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan RI tahun 2012 masih ada Satuan Kerja di daerah yang belum melaksanakan proses penghapusan Barang Milik Negara seperti Kejaksaan Negeri Kupang, Kejaksaan Negeri Ciamis, Kejaksaan Negeri Garut dan Kejaksaan Negeri Samarinda karena di Satuan Kerja tersebut ditemukan adanya Barang Milik Negara yang sudah rusak berat tetapi masih disimpan digudang dan dilaporkan sebagai barang dengan kondisi baik.

 

 

Jakarta, 8 Oktober 2013

 

 

 

Yanis Andrea
About the author

Leave a Reply

seventeen − sixteen =