Diserbu 1,3 Ton Sabu, Mengapa Bos Narkoba Lambat Dieksekusi Mati?

Yulida Medistiara – detikNews Kamis 27 Juli 2017

Jakarta – Dalam satu bulan terakhir, Indonesia diserbu 1,3 ton sabu dari jaringan internasional. Sayang, hingga Agustus 2017, Kejaksaan Agung belum kembali mengeksekusi mati para mafia narkoba. Apa kata Jaksa Agung HM Prasetyo? “Ini jadi concern kita bersama agar kejahatan ini tidak henti-hentinya kita perangi. Termasuk kita berpikir bagaimana apa yang harus sudah dilaksanakan, bisa kita laksanakan,” kata Prasetyo, di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017). Prasetyo mengaku prihatin dengan kondisi saat ini. Di mana aparat baru-baru ini menangkap 1 ton sabu di Banten serta disusul pengungkapan penyeludup sabu 300 kg di Pluit. “Belum lama BNN dan Polri tangkap seton di Banten, ada penangkapan lagi 300 kg di Pluit. Ini bukti bahwa kita nampaknya pusat jaringan narkoba di Asia Tenggara,” kata Prasetyo.

Jaksa Agung HM Prasetyo (ari/detikcom)

Seperti diketahui, polisi menggagalkan penyelundupan 1 ton sabu dari China ke Anyer, Banten. Diperkirakan 1 ton narkoba jenis sabu yang diamankan di Anyer senilai Rp 1,5 triliun. Selain itu, aparat juga melakukan penggerebekan dilakukan di kompleks Perumahan Muara Karang Blok D3 Selatan Nomor 16, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara tadi malam (26/7). Ratusan kg sabu diamankan.Di sisi lain, seratusan gembong narkoba telah dihukum mati. Semua proses hukumnya telah dilalui dan putusan hukuman mati telah berkekuatan hukum tetap. Mereka kini menanti di penjara untuk dipanggil regu tembak, di bawah otoritas kejaksaan.

About the author

Leave a Reply

two × one =