KKRI Mengadakan Dialog Dengan Front Jawa Tengah

Pada tanggal 16 September 2015, bertempat di Hotel Noormans Semarang Komisi Kejaksaan Republik Indonesia mengadakan pertemuan dalam rangka membuka dialog dengan Front Jawa Tengah. Front Jawa Tengah adalah koalisi masyarakat sipil atau lembaga swadaya masyarakat yang ada di wilayah Jawa Tengah. Mereka berfokus pada upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, dan keterbukaan informasi. Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat yang berasal dari Semarang, Surakarta, Batang, Kendal, Demak, Brebes,  Pekalongan, Magelang, Kebumen, Salatiga. Boyolali, Blora, dan Banyumas.

Dalam kegiatan dialog ini, Indro Sugianto, SH, MH selaku anggota sekaligus Juru Bicara KKRI memaparkan tugas, fungsi dan peran komisi dalam rangka mengawasi dan memperbaiki kinerja institusi kejaksaan. Selain memaparkan tugas dan fungsi KKRI, Indro Sugianto, SH, MH juga memberikan gambaran tentang berbagai permasalahan yang ada di lingkungan kejaksaan, khususnya dalam proses penegakan hukum. Tugas yang diemban oleh KKRI sangat berat, tetapi sumber daya manusia yang dimiliki KKRI sangat terbatas. Oleh karena itu, KKRI mengharapkan kerjasama dan partisipasi elemen masyarakat untuk ikut serta dalam mengawasi kinerja Jaksa di daerah masing-masing.

Dalam kesempatan dialog tersebut para peserta banyak mempertanyakan tenang mekanisme penyampaikan laporan dan apa langkah tindak lanjut yang dilakukan oleh KKRI dalam merespon laporan pengaduan. Dalam penjelasannya, Indro Sugianto menyatakan, bahwa pengaduan masyarakat bisa disampaikan secara langsung, melalui surat (post), ataupun email. Setiap lappran pengaduan akan ditindaklanjuti dengan beberapa kegiatan diantaranya telaah, investigasi lapangan, meminta keterangan para pihak, dan tindakan lain yang diperlukan sesuai dengan konteks pengaduan. Dalam memberikan laporan, KKRI mengharapkan agar identitas dibuat secara jelas, sehingga mempermudah KKRI untuk melakukan klaririfikasi laporan.***

Yanis Andrea
About the author