Unima-Komisi Kejaksaan RI Tandatangani MoU Penguatan Kapasitas Lembaga Sekaligus Gelar FGD

SULUTIMES, Pendidikan – Hukum untuk masyarakat, mengajak masyarakat untuk turut mengevaluasi dan mengawasi penegakkan hukum. Hukum mendorong keseimbangan keadilan. Inilah peranan strategis kejaksaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Kejaksaan RI Dr Barita Simanjuntak SH Mh CFrA pada saat melakukan penandatanganan MoU dengan Universitas Negeri Manado (Unima) yang dihadiri langsung oleh Rektor Unima Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS terkait “Penguatan Kapasitas Masing-Masing Lembaga” bertempat di Hotel Four Points Manado, Sabtu (8/8/2020).

“Oleh karena itu perlu diawasi melalui komisi kejaksaan. Komisi kejaksaan perlu membangun kemitraan khususnya dengan kampus. Belum lagi pengawasan prilaku di dalam dan di luar dinas kejaksaan, ini juga termasuk tugas komisi kejaksaan (prilaku penegak hukum) agar lahir sosok penegak hukum yang baik sebagaimana yang diamanatkan konstitusi kita,” ucap Barita mengawali sambutannya.

Mou bukan hanya seremonial. Ada tindakan nyata sebagai tindak lanjut. Supaya masyarakat merasa terbantu oleh negara.
Untuk itu, lanjut Barita, Unima dapat memiliki data kriminal Indonesia sebagai bahan kajian penelitian. Perjanjian kerjasama terkait masalah hukum. MoU terkait lintas program studi.

“Nah, Komisi Kejaksaan adalah pengawas eksternal. Untuk supaya pengawasan berlapis menjaga kepercayaan terhadap penegakkan hukum, diharapkan melalui ini Negara hadir ditengah-tengah masyakat. Masyarakat merasakan kehadiran negara yang pada ujungnya kepastian hukum yang akhirnya memberi manfaat,” ulasnya.

“Terima kasih yang tak terhingga atas kesediaan Universitas Negeri Manado membangun kerjasama. Kerjasama ini memiliki makna penting dan strategis bagi Komisi Kejaksaan RI mengingat luas dan kompleknya pengawasan yang menjadi Tupoksi Komisi Kejaksaan, sementara dukungan personil yang dimiliki oleh Kejaksaan sangat terbatas,” kunci Barita.

Sementara itu, Rektor Unima Prof Dr Julyeta Paula Runtuwene MS mengungkapkan bahwa civitas akademika di Unima menyambut baik kegiatan MoU dan siap mendukung secara penuh untuk mensukeskan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Komisi Kejaksaan.

“Khususnya Prodi Hukum dapat memberikan kontribusi bagi peningkatkan kualitas kinerja Kejaksaan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat,” tutur Prof Paula sapaan akrabnya.

“Banyaknya kerjasama yang dijalin Unima tentu semata-mata untuk kemajuan Unima. Ini pula menjadi semangat saya untuk mengakhiri masa jabatan sebagai Rektor,” kuncinya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan FGD menghadirkan pembicara Ketua Komisi Kejaksaan RI Dr Barita Simanjuntak SH Mh CFrA, Wakajati Sulut Raimel Jesaja SH MH dan Kaprodi Ilmu Hukum Unima Dr Wenly Lolong yang dimoderatori oleh Irwanny Maki SH MH.

Diskusi direspon dengan pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan oleh Ketua LPPM Unima Prof Dr Revolson Mege MS dilanjutkan PR III Unima Dr Ronny Tuna dan Dr Goinpeace Tumbel mewakili tenaga kependidikan selaku peserta diskusi.

sumber: sulutimes.com

Avatar
About the author

Leave a Reply

20 + two =