Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dikenang sebagai Sosok Pekerja Keras

JAKARTA, KOMPAS — Korps Adhyaksa kehilangan salah satu putra terbaiknya. Wakil Jaksa Agung Arminsyah (59) meninggal pada Sabtu (4/4/2020). Arminsyah dikenal sebagai sosok yang loyal dan pekerja keras. Arminsyah yang lahir pada 3 Mei 1960 itu meninggal dalam sebuah kecelakaan tunggal di Jalan  Tol Jagorawi, Sabtu. Almarhum dimakamkan pada Minggu (5/4) pagi di TPU Pendongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat. “Beliau dimata kami adalah sosok yang loyal, baik, dan seorang pekerja keras,”kata Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin ketika dihubungi Kompas dari Jakarta, Minggu.

Sementara itu, sebagai pribadi, Burhanuddin mengenang Arminsyah sebagai sosok yang baik dan rendah hati.

Jaksa Agung 2014-2019, Muhammad Prasetyo, mengenang Arminsyah sebagai sahabat yang setia dan menyenangkan. Prasetyo mengenal Arminsyah sebagai pribadi yang tidak suka menonjolkan diri, arif, dan memegang teguh kepercayaan yang diberikan. “Dia sangat disenangi karena sifatnya yang rendah hati dan juga selalu berusaha tidak mengecewakan orang lain. tidak pernah ingin mendahului apalagi mencederai kepercayaan yang diberikan,” katanya.

Sebagai rekan kerja di Kejaksaan Agung, kata Prasetyo, Arminsyah adalah sosok yang bertanggung jawab terhadap tugas, pekerjaan, dan kepercayaan yang diembannya, Prasetyo pun mengenal Arminsyah sebagai probadi yang berintegritas dan mudah bekerja sama.

Selama berkarir di Kejaksaan, Arminsyah pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung (2010), Inspektur Pengawasan pada Jamwas (2011), dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (2012). Kemudia, pada tahun 2014, Arminsyah diangkat sebagai Jaksa Muda Intelejen, Setahun kemudian ia dilantik menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Kemudian pada Oktober 2017, Arminsyah menjadi Wakil Jaksa Agung.

Ketua Komisi Kejaksaan RI Barita Simanjuntak mengenang Arminsyah sebagai salah satu sosok yang mendorong reformasi birokrasi, di Kejaksaan Agung. ” Pak Arminsyah orang yang berkomitmen, bukan orang yang setengah-setengah atau meledak-ledak. Beliau selalu hati-hati dalam merespons permasalahan. Setelah yakin beliau tegas mengambil keputusan dan sikap,” ujar Barita.

Arminsyah meninggalkan seorang istri, Wilza Yunita Arminsyah, serta tiga anak, yaitu Armita Wilanda, Andreansyah, dan Arfiansah. (NAD)

Sumber: Kompas.id

Avatar
About the author

Leave a Reply

16 − twelve =